Laut kepulauan Diwatara di sore hari: ombak bermotif tenun, deretan pulau karst berpohon kelapa, dan matahari rendah di kanan.
Dakila, penjaga menara suar tua berjanggut putih, menggenggam dayung kemudi panjang.
Alon, anak nelayan berikat kepala merah, melompat tinggi dari haluan perahu bercadik.
Tala si penenun menoleh, pedang tenun kayu di bahu, kain bermotif melayang di sekitarnya.

Diwatara DIWATARA

Mayumi! Layar naik!

Daftar Playtest
Mayumi, roh kecil dari kain lipat dan buih, memegang seutas benang merah.

Habi

Tiap giliran menenun satu benang. Benang itu menyambung ke giliran berikutnya, dan empat benang jadi satu serangan.

  1. Alon pola Alun

    Aku yang membuka rantai. Benangku cepat dan rendah, kena duluan sebelum ombak sempat naik.

  2. Tala pola Mata

    Tala mengunci polanya. Begitu dia menyambung, pukulanku jadi berat.

  3. Lolo Dakila pola Hagdan

    Lolo Dakila menahan. Selama dayungnya ada di rantai, air laut tidak masuk ke perahu.

  4. Mayumi pola Bula

    Mayumi menutup simpul. Kadang dia lupa caranya, kadang dia ingat terlalu keras.

Tenun pola yang sama dua kali, dan langit ikut berubah.

Ada tiga medan: tenunan di darat, kejaran di atas perahu, dan tarian di hadapan diwata.

Tala menenun di alat tenun gendong di beranda rumah panggung, kain belah ketupat menjuntai ke laut.

Tala

Penenun dari Noonglass Sea

“Kain yang kutenun pagi ini menahan badai nanti sore. Duduk dulu, Alon.”

Di pertempuran, Tala menjalin perisai dari benang yang sudah ditenun party. Makin panjang rantainya, makin lebar kainnya.

Tujuh laut

120 pulau. 40 diwata. Satu perahu.

Lukisan peta Kepulauan Diwatara dari atas: tujuh gugus pulau karst, atol, bakau, dan gunung api yang dihubungkan arus bermotif tenun.

Noonglass Sea

22 pulau, 7 diwata

Laut pertama. Airnya bening sampai karang di dasarnya kelihatan. Di sini aku belajar berunding.

Dakila berlutut di puncak menara suar batu karang, menyuapkan sabut kelapa ke api isyarat dalam pinggan tanah liat.

Dakila

Penjaga suar di Monsoon Gate

“Empat puluh tahun aku menyalakan api ini. Belum sekali pun laut lupa jalan pulang.”

Lolo Dakila jarang menyerang. Dia menahan giliran musuh, dan dayungnya bisa membelah ombak jadi anak tangga.

Bakunaru, naga laut raksasa tembus pandang, melengkung dari laut badai melintasi langit dan menelan matahari.
Kepala Bakunaru dari dekat: rahang terbuka, taring sebening kaca, cahaya matahari tertelan menyala di tenggorokannya.

Bakunaru

Naga laut sebesar langit. Tubuhnya bening, jadi matahari yang dia telan masih kelihatan menyala di tenggorokannya.

Tiap badai dia naik lagi. Laut gelap sampai ada yang memaksanya memuntahkan cahaya itu.

Di atas perahu yang miring, kain tenun Tala melilit taring atas Bakunaru, dayung Dakila menahan taring bawahnya, Alon memegang tali layar di buritan.

Tenun menahan taring, dayung menahan rahang.

Giliran berikutnya milikmu.

Alon melecutkan benang zigzag merah ke arah roh badai, benangnya menyambung ke Tala dan Dakila. Tala memutar kain belah ketupat menjadi dinding perisai saat hujan mulai turun. Dakila menancapkan dayung, tangga cahaya krem naik ke langit dan membelah awan badai.

Satu Pola

Tiga benang, satu rantai. Urutannya menentukan serangan, dan pola yang muncul dua kali mengubah cuaca.

Rantai masih kosongBenang pertama menentukan siapa yang bergerak duluan.
Ariya, diwata penjaga setinggi pulau, tubuh bawahnya berubah menjadi akar bakau dan karang, satu tangan terulur ke perahu kecil.

Ariya

Diwata penjaga gugus karst Noonglass Sea

“Kau datang membawa benang, anak nelayan. Tunjukkan polanya dulu, baru kita bicara soal badai.”

Empat puluh diwata menjaga seratus dua puluh pulau, dan tiap penjaga punya syarat. Ada yang minta lagu, ada yang minta kain, ada yang hanya mau diajak diam.

Kabar dari dermaga

Laut ketujuh selesai dilukis. Bakunaru sekarang bisa menelan matahari tiga kali dalam satu badai.

Pola Tanaw masuk ke Habi. Pola ini milik diwata dan hanya dipinjamkan sekali per pertempuran.

Tanya

Kapan playtest dimulai?

Playtest tertutup dibuka Maret 2027. Undangan dikirim bertahap ke email yang kamu daftarkan.

Platform apa saja?

PC, PS5, Android, dan iOS. Pilih satu saat mendaftar. Platform bisa diganti lewat email undangan.

Apakah simpanan playtest terbawa ke rilis?

Tidak. Simpanan playtest dihapus sebelum rilis supaya semua orang mulai dari dermaga yang sama.

Bisa dimainkan sendirian?

Bisa. Diwatara game satu pemain. Kamu mengatur empat anggota party giliran demi giliran.

Bahasa apa yang tersedia?

Teks Bahasa Indonesia dan Inggris sejak playtest. Suara tokoh dalam Bahasa Inggris.

Berapa lama satu laut?

Sekitar enam sampai sembilan jam, bila kamu berunding dengan semua diwata di laut itu.

Trailer

Dari dermaga sampai mulut Bakunaru, dilihat dari atas perahu.

Perahu bercadik ganda dengan layar persegi dari panel tenun.

Naik ke perahu

Playtest tertutup dibuka Maret 2027 di PC, PS5, Android, dan iOS. Undangan dikirim bertahap.

Platform

Trailer Diwatara